Selasa, 06 November 2018

siswa belajar dalam kelas

Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kolose 3:17)
Apakah yang kita maksud dengan kehidupan sehari-hari? Bagi sebagian besar wanita, hal ini berarti pekerjaan-pekerjaan di sekitar rumah, tetapi juga dapat termasuk pergi bekerja di luar rumah dan berada di keluarga besar atau komunitas setempat. Kehidupan sehari-hari adalah gabungan dari tanggung jawab, relasi, dan penggunaan anugerah yang diberikan Tuhan yang berbeda-beda, tergantung tahap kehidupan yang kita jalani. Bagi wanita yang masih lajang, aktivitas bekerja memiliki sifat yang dominan dan cenderung mengambil alih kehidupan seseorang. Bagi wanita yang sudah menikah, rutinitas sehari-hari akan beragam, dan mengusahakan mengerjakan semua hal itu adalah hal yang terpenting di dalam pikiran mereka. Untuk para wanita yang menjadi lajang kembali, baik karena masa pensiun maupun menjadi janda, menurunnya ritme kerja dan kesibukan dapat menimbulkan tekanan-tekanannya tersendiri.
Tetapi bagi kita semua, ada tiga bidang yang dapat kita kerjakan bagi Tuhan:
  1. Kita memiliki tanggung jawab yang dilimpahkan oleh Tuhan kepada kita. Walaupun tanggung jawab itu berbeda-beda antara seorang dengan yang lain, tetapi Kitab Suci dengan jelas membahas mengenai tanggung jawab itu di dalam lingkup pernikahan, tugas sebagai seorang ibu, tanggung jawab terhadap rumah, dan pekerjaan apa pun yang kita lakukan, serta tanggung jawab kita di dalam lingkup keluarga besar sebagai orang tua maupun sebagai nenek.
  2. Kita memiliki hubungan-hubungan dengan orang lain yang harus kita anggap penting, terutama hubungan dengan Allah dan Putra-Nya. Hal itu akan mewarnai segalanya, dan merupakan sesuatu yang akan didorong keluar dalam setiap kesibukan keseharian kita. Kita juga tidak hidup di dalam keterasingan, tetapi bersinggungan dengan orang-orang yang berada di dalam rumah kita, maupun dengan mereka yang ada di dunia luar. Alkitab mengajar kita banyak hal, tentang bagaimana kita harus berhubungan dengan orang lain, melalui perintah untuk mengasihi sesama kita sama seperti kita mengasihi diri kita sendiri.
  3. Kita memiliki karunia dari Tuhan yang membuat kita menjadi pribadi yang unik, dan memampukan kita untuk melayani Tuhan melalui berbagai cara. Karunia-karunia itu dapat berupa hal-hal kreatif yang dapat kita kerjakan di dapur, di taman, atau dalam bidang seni, dapat juga berupa sifat ramah, kepedulian, ketangkasan, maupun dalam karunia dalam bidang intelektual. Karunia-karunia tersebut dapat menjadi bagian dari kehidupan kita di rumah, dalam pekerjaan, maupun di waktu senggang kita
  4. Siswa OKMC saat belajar bersama Ibu Yana