Rabu, 27 Maret 2019
Pengurus Missi OKMC
Missionaris Mr Markus Kave Kobak
Ketua Departemen Missi Mr Niton Kobak,and
Ketua OKMC (Otto Kobak Mission Center) Pastor Victor Kobak
Senin, 18 Maret 2019
Jumat, 15 Maret 2019
Perjalanan panjang telah dilalui, ukiran sejarah telah dirintis dan kaki, tangan, suara serta daya dan pikirannya telah menghiasi rintisan belahan gunung dan lembah di Pegunungan Tengah Yali Papua, semua itu tak akan dilupakan dari kenerasi ke kenerasi tercatat sejarah di lembaga Missionaris OKMC.
“ dan kami tahu yang akan mencatat semua itu adalah Tuhan Yesus sendiri. Dan Dia akan mencatat secara sempurna dari pada kita manusia, sebab Beliau sendiri yang mengutus dia datang untuk melakukan pelayanan itu di suku Yali.
KELUARGA BESAR OTTO KOBAK MISSION CENTER (OKMC )
Turut Berduka Cita Atas Berpulangnya kerumah Bapa Di Sorga
Rabu, 13 Maret 2019
Misi Gereja bagi orang Kristen adalah untuk pergi ke seluruh dunia dan memberitakan Injil. Dalam Injil Yohanes 10:16, dinyatakan bahwa : “Ada lagi pada-Ku domba-domba lain, yang bukan dari kandang ini; domba-domba itu harus Ku-tuntun juga dan mereka akan mendengarkan suara-Ku dan mereka akan menjadi satu kawanan dengan satu gembala”

Senin, 04 Maret 2019
OTTO KOBAK MISSION CENTER: PENGURUS OKMC & TENAGA PENGAJAR
OTTO KOBAK MISSION CENTER: PENGURUS OKMC & TENAGA PENGAJAR: PENGURUS OKMC & TENAGA PENGAJAR
Sekolah Missi Penginjilan
Sabda Agung Yesus yang tertulis pada Mat.28:19-20 berikut; Karena
itu pergilah,jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka
dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala
sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman." Kis.1:8, Tetapi kamu akan
menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi
saksi-Ku di Yerusalem dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke
ujung bumi.".
Menjadikan semua bangsa
murid Yesus dan menjadi "saksi Yesus" disemua tempat, apakah itu
bukan inti "Penginjilan"??.
Kalau tujuan"Penginjilan" itu adalah: "menjadikan semua bangsa
murid Yesus" dan "jadi saksi Yesus", maka
"Penginjilan" itu sendiri, "sebenarnya" bukan lagi terfokus
hanya pada yang bersifat eksternal (di luar tembok kelembagaan)
akan tetapi juga harus terfokus pada yang sifatnya "internal",
dalam arti "mematangkan calon -calon Penginjil" yang sesuai dengan
kriteria/ketentuan Yesus Kristus yaitu: "sudah menjadi muridNya"
dan "sudah menerima RohKudusNya".Dengan demikian, makin "jelas" bahwa "penginjilan" adalah "Tugas" dan "tanggung jawab setiap orang "YANG SUDAH MENJADI MURID YESUS DAN SUDAH MENERIMA ROHKUDUS" didalam hidupnya. Dan itu adalah "PERINTAH" Yesus sendiri,tidak mesti melihat apakah dia itu seorang "pejabat-Gerejawi atau jabatan suatu kelembagaan/denominasi tertentu".
Pemaknaan yang lebih tegas tentang arti Penginjilan dapat dipahami dengan: "buah" dan "berbuah" atau "tuaian" dan "menuai". Buah anggur atau bulir gandum lebih banyak bermanfaat bagi individu diluar pohonnya sendiri. Luk.10:2-3, Kata-Nya kepada mereka: "Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Yoh.15:2,5-6, Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah.Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Dari nats tersebut, nyata bahwa: "Penginjilan" adalah "Proses mempersiapkan, menyediakan BUAH-BUAH bagi KerajaanNya", tidak hanya dalam hal menuai saja, tetapi juga membentuk diri sendiri supaya menjadi "RANTING YANG BERBUAH" dan "BERBUAH-BANYAK", karena: "SETIAP RANTING YANG TIDAK BERBUAH" (meskipun sudah ada dalam Yesus), akan "dipotongNya".
Sering, penginjilan itu dipahami secara "pemahaman-sempit" dalam arti: "Penginjilan hanya eksternal saja atau hanya bagi mereka yang non Kristiani". Padahal "INTI-PENGINJILAN" adalah: "MENYAMPAIKAN BERITA KESELAMATAN ITU DAN MEMPERSAKSIKAN KARYA JURUSELAMAT/YESUS DIDALAM HIDUPNYA" kepada orang lain (Siapa saja, dimana saja dan kapan saja), supaya mereka juga: "MENDAPAT KESELAMATAN ITU DARI YESUS".
Dengan demikian "setiap Penginjil", adalah orang yang "telah" mengimplementasikan "KASIH" didalam hidupnya, seperti Kasih yang disabdakan Yesus dalam Mat.22:37,39a berikut:Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhanmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Implementasi mengasihi Yesus salah satu adalah dengan menjadi "pelaku SabdaNya dan PerintahNya". Ketika sudah melakukan penginjilan, serta merta telah melakukan perintahNya: "Pergilah!!" (keluar dari keterpenjaraan Imanmu!!), menjadi "saksiKulah!!, dan jadikan "semua bangsa" (siapa saja) muridKu. Satu hal yang sangat menarik dan yang perlu dipahami: Menginjili dan Menjadi saksi Yesus, bukan hanya implementasi "kasih" kepada sesama hanya pada masa ini saja, tetapi adalah MENGASIHI SESAMA SEPANJANG ABAD, YAITU SAMPAI PADA KEDATANGAN YESUS YANG KEDUA KALI".
Mat.24:14, Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah
Langganan:
Postingan (Atom)

